Maulana Qadhi Shadrul Islam Isma’il
Deskripsi:
Sebagaimana inskripsi yang terpahat pada batu nisan, pemilik kubur ini merupakan seorang pemuka agama dan dipercayakan secara khusus untuk mengurusi qadha’ (kehakiman). Pada abad
ke-9 hijriah, gelar maulana sudah dibolehkan digunakan untuk para pejabat tinggi sipil seperti qadhi.
Gelar Shadrul Islam, sebagaimana terdapat pada epitaf nisan, berarti pemuka para ulama Islam. Gelar serupa pernah dipakai untuk Nizhamul Mulk, seorang wazir Dinasti Seljuk (wafat 485 hijriah), pada sebuah prasasti bertarikh 475 di Masjid Umawiy, Damaskus.
Dengan demikian, Maulana Qadhi Shadrul Islam Isma’il merupakan seorang pemuka agama serta Qadhi di kesultanan Lamuri, ia wafat pada 7 Syawwal 852 hijriah bertepatan dengan 6 Desember 1448. Makamnya hari ini berada di bukit gampong Lamreh, kecamatan Mesjid Raya, kabupaten Aceh Besar.
Inskripsi pada nisannya berbunyi:
ھذ القبر مولانا قاضي | Inilah kubur Tuan kami Qadhi Shadrul Islam (pemuka Islam)
إسماعیل نقل | Isma’il, dipindahkan
من الدنیا البلیة | dari dunia fana
الجمعة سبع یوما (كذا) من | pada hari Jum’at tujuh hari dari
شھر شوال | bulan Syawwal
(كذا) سنة اثنان وخمسون | tahun lima puluh dua
وثمانمائة من | dan delapan ratus (852) dari
ھجرة النبویة الدنیا مزرع | hijrah Nabi. Dunia tempat bercocok tanam
الآخرة الدنیا فاني (كذا) والآ | [untuk] akhirat. Dunia itu fana
(كذا)خرة باقي | akhirat itu abadi
أینام تكونوا یدركم | di mana saja kamu berada, kamu pasti didapati
الموت ولو كنتم في بروج | oleh kematian, sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng
مشیدة الدنیا | yang kokoh. Dunia itu
ساعة فجعلھا (كذ) طاعة | waktu sekejap maka jadikanlah waktu sekejap itu sebagai suatu ketaatan
الموت جسر یصل حبیب إلى | Kematian adalah titian yang sampailah seorang kekasih kepada [kekasihnya].
Lokasi ditemukan:
Lihat Lokasi






